Translate

Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

July 16, 2009

Susu dibalas tuba

Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :

Kepada Yth
Tuhan
di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan saya butuh uang Le.20 utk beli obat ibu, Le.20 untuk membayar uang sekolah, Le.10 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Le.10 Jadi semuanya Le.60*

Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.

Dari: sa'ad

Sa'ad pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat sa'ad, sehingga tidak tega untuk mengembalikan suratnya. Bingung mau di kemanakan surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke pengurus takmir masjid terdekat.

Membaca isi surat itu, ketua takmir merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada beberapa pengurus. Walhasil, para pengurus masjidpun mengumpulkan dana utk diberikan ke sa'ad, tetapi dana yang terkumpul Hanya Le. 55.

Ketua takmir pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan: “Dari Tuhan di Surga” dan menyerahkan ke salah satu pengurus lain utk di kembalikan ke sa'ad .

Menerima uang tsb, sa'ad merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang diterima hanya Le. 55. sa'ad pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi.

“TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT PENGURUS MASJID, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG Le. 5.

Pengurus masjid: GUBRAKKKK…

April 23, 2009

Ustadz & Pendeta

SYAHDAN, HIDUPLAH dengan rukun dua orang yang bertetangga; seorang pendeta dan seorang ustadz. Walau mereka berbeda agama tapi dalam keseharian selama puluhan tahun Pak Pendeta dan Pak Ustadz senantiasa saling membantu. Tak pernah mereka bertengkar. Satu sama lain tolong-menolong. Keduanya pun dijadikan teladan oleh warga sekitar.

Pendeta : Pak Ustadz, saya mau melakukan pelayanan ke daerah pedalaman. Bolehkah saya meminjam mobil bapak?

Ustad : Tentu boleh, Pak Pendeta. Pakai saja, dengan senang hati kok.

Lalu si Pendeta pun melakukan perjalanan tugasnya dengan mengendarai mobil milik Ustadz.

Sepulang dari pelayanan, kondisi mobil yang dipinjam itu sangat kotor dan penuh lumpur. Pendeta lalu membersihkannya, dan diguyur dengan air.

Dari teras rumahnya, Ustad melihat Pendeta yang sedang mencuci mobilnya dengan siraman air dari ember. “Wah, gawat, mobilku dibaptis,” pikir Ustadz.

Pendeta : Pak Ustadz, terima kasih atas peminjaman mobilnya. Semoga Tuhan memberkati bapak sekeluarga.

Ustadz : Sama-sama, Pak Pendeta. Kalau suatu saat nanti Bapak perlu lagi, jangan sungkan-sungkan.

Pendeta : Baiklah,

Pak Ustadz : terima kasih.

Setelah Pendeta berlalu, Ustadz segera mengambil gergaji dari gudangnya. Lalu dengan cekatan tangannya memotong knalpot mobilnya itu. Pikirnya, mobil itu sudah disunat dan diislamkan kembali setelah tadi sempat dibaptis oleh Pendeta.


January 10, 2009

Salah kirim

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota. Mereka memutuskan untuk berlibur di sharm syekh. Mereka akan menempati kembali kamar villa yang sama dengan ketika mereka berhoneymoon saat menikah 30 tahun yang lalu.

Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya.

Setelah check in villa di sharm syekh, sang suami mendapati pesawat komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya. Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sibawaih al mashry, cairo.Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan e-mail tersebut.

********************************

Di tempat lain tepatnya di daerah dokki, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru meninggal. Setiba di

rumah, ia langsung check e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa. Baru selesai membaca e-mail yang pertama, ia jatuh pingsan. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail tersebut, yang bunyinya

To Isteriku tercinta
Subject Aku udah sampai!!!
Date 28 Juli 2008

Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku. Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah.

Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar juga deh rasanya nunggu kamu. Semoga perjalanan kamu ke sini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love,
Papah

Nb: Disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja...