Translate

January 19, 2011

[Download] Islam dan Pluralisme - Jalaluddin Rakhmat



Islam dan Pluralisme; Akhlak Al-Quran Menyikapi Perbedaan
Penulis : Jalaluddin Rakhmat
Cetakan : II November 2006

Penerbit : Serambil Ilmu Semesta

Ebook (djvu) by Lacarepa-BUGIS


Sinopsis

Apakah hanya Islam agama yang diterima Allah?

Dengan kata lain, apakah orang yang beragama selain Islam, seperti Kristen, Hindu, Buddha, akan memperoleh keselamatan di sisi Allah? Apakah nonmuslim juga menerima pahala amal salehnya? Lantas, kenapa Tuhan menciptakan agama yang bermacam-macam? Kenapa Allah tidak menjadikan semua agama itu satu saja? Apa tujuan penciptaan berbagai agama itu? Bagaimana seharusnya kita menyikapi perbedaan ini?

Pertanyaan ini meletupkan kontroversi. Buku ini mencoba mencari jawabannya dalam Alquran.
Lewat analisis bahasa dan telaah yang tajam atas ragam tafsir yang ada, Kang Jalal mendedah makna Islam dan agama ( din ), mengungkap spirit firman-Allah dalam memandang agama-agama lain dan menyikapi perbedaan itu, serta merumuskan bagaimana kita beriman secara autentik di tengah pluralitas kebenaran itu.

Dengan gaya-ungkap yang menawan, segar, dan cerdas, cendekiawan muslim yang pakar komunikasi ini juga mengajak kita menelaah berbagai wacana keislaman dan fenomena keberagamaan kontemporer: dari cara mengenal Tuhan hingga menjadi manusia, dari fundamentalisme hingga ateisme, dan dari penegakan syariat hingga transparansi sosial.


Link Download :

Bagi yang belum memiliki Software file ebook DJVU silahkan download di sini

Nb : Dimohon untuk tidak mengkomersilkan. apapun yg anda unduh dari blog ini tidak lain hanya untuk da'wah dan pencerahan buat masyarakat ditengah krisis moril dan penghambaan terhadap materialistik dan tindak kekerasan mengatasnamakan agama.

[Download] Memaknai Kematian - Jalaluddin Rakhmat



Memaknai Kematian
Agar Mati Menjadi Istirahat Paling Indah
Penulis : Jalaluddin Rakhmat
Cetakan : -----

Penerbit : Iiman

Ebook (djvu) by Lacarepa-BUGIS


Sinopsis

Buku Jalaluddin Rakhmat, yang lebih dikenal dengan panggilan akrab Kang Jalal, membahas :

* Memaknai Kematian, antara lain sebagai pensucian diri.

* Kematian alami & kematian iraadi.

* Reuni keluarga di surga.

* Penjelmaan amal

* Menghindari Su’ul Khatimah, dll.

Uraian buku ini begitu kaya dan mengalir, sangat mencerahkan; membukakan banyak makna tak terduga tentang kematian, berikut energi positifnya buat hidup ini.

Link Download :
Bagi yang belum memiliki Software file ebook DJVU silahkan download di sini

Nb : Dimohon untuk tidak mengkomersilkan. apapun yg anda unduh dari blog ini tidak lain hanya untuk da'wah dan pencerahan buat masyarakat ditengah krisis moril dan penghambaan terhadap materialistik dan tindak kekerasan mengatasnamakan agama.


[Download] Dahulukan Akhlak diatas Fiqih - Jalaluddin Rakhmat



Dahulukan Akhlak diatas Fiqih
Penulis : Jalaluddin Rakhmat
Cetakan :
I Juni 2007
Penerbit : Mizan bekerjasama dengan Muthahhari Press
Ebook (djvu) by A. Qadafi (Lacarepa-BUGIS)

Sinopsis
Sungguh sedih melihat umat Islam terpecah menjadi sekian golongan. Tak jarang perbedaan menjadi awal permusuhan. Terputuslah silaturahmi. Menyebarlah prasangka buruk dusta, bahkan fitnah yang sangat keji.

Fanatisme golongan menjadi dalil segala keyakinan. Merebaklah kecenderungan untuk menganggap pendapat sendiri yang paling benar dan menafikan pendapat yang lain. Inilah wajah umat sekian abad sepeninggal Rasulullah Saw.: terkotak-kotak dalam bingkai kelompok yang sangat sempit. Mereka melupakan misi kenabian.

Sejak awal lelaki agung Al-Mustafa diangkat menjadi utusan, berkali-kali beliau menegaskan: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." Misi Nabi Saw. adalah menegakkan akhlak yang mulia. Tetapi justru karena perbedaan pendapat ”yang umumnya berasal dari tata cara syariat (fiqih)” umat sepeninggal Nabi Saw. justru tercerai-berai. Karena alasan fiqih, tak jarang akhlak ditinggalkan. Karena perbedaan tata cara ibadah, betapa sering terjadi perselisihan. Jalaluddin Rakhmat ingin kembali mengingatkan kita akan misi kenabian. Dalam bukunya ini, ia menelaah akar perselisihan, mengkaji berbagai persoalan, dan mengedepankan sebuah pemecahan bahwa di tengah perbedaan pendapat seperti apa pun, akhlak yang mulia tetap harus kita tegakkan.

Link Download :

Bagi yang belum memiliki Software file ebook DJVU silahkan download di sini

Nb : Dimohon untuk tidak mengkomersilkan. apapun yg anda unduh dari blog ini tidak lain hanya untuk da'wah dan pencerahan buat masyarakat ditengah krisis moril dan penghambaan terhadap materialistik dan tindak kekerasan mengatasnamakan agama.

[Download] Al-Qur’an Kitab Cinta - Said Ramadhan al-Buthy


Al-Qur’an Kitab Cinta
Karya Dr. Said Ramadhan Al-Buthy
Penerjemah: Rakrun Syafi’i
Cetakan I: Februari 2010
Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)
Ebook (djvu) by Lacarepa-BUGIS

Sinopsis

Cinta adalah nikmat. Jika seorang tidak kuasa meraihnya, hidupnya pasti gelisah. Mendapat cinta dari makhluk adalah menyenangkan, apalagi bila cinta itu datang dari sang Pencipta yang cinta Nya suci dan tak bertepi. Cinta Nya tidak saja mendatangkan ketenangan, tetapi juga kebahagiaan yang sejati dan abadi.

Cinta butuh perjuangan dan pengorbanan. Agar pengorbanan dan perjuangan tidak sia-sia, diperlukan ilmu untuk memastikan bahwa jalan yang dilalui benar-benar menuju cinta sang Maha Cinta. Dengan menggali Al-Qur’an, Dr. Said Ramadhan Al-Buthy—di Timur Tengah akrab dipanggil Al-Buthy—mengajak kita menemukan rahasia itu.

Tidak mudah memang, tetapi ulama yang ceramahnya mampu menyebabkan isak tangis ribuan jamaah ini meyakinkan kita bahwa cinta-Nya bisa digapai dengan kekuatan nalar dan hati sekaligus. Inilah buku penyejuk dahaga sekaligus pelita bagi yang mendamba cinta dan kasih sayang- Nya.

Link Download :

Bagi yang belum memiliki Software file ebook DJVU silahkan download di sini

Nb : Dimohon untuk tidak mengkomersilkan. apapun yg anda unduh dari blog ini tidak lain hanya untuk da'wah dan pencerahan buat masyarakat ditengah krisis moril dan penghambaan terhadap materialistik dan tindak kekerasan mengatasnamakan agama.


[Download] Laa Ya'tihil Bathil - Said Ramadhan al-Buthy


DR. Sa’id Ramadhan Al-Buthy
Judul Buku: Laa Ya'tihil Bathil: Takkan Datang Kebatilan Terhadap al-Qur'an
Penerjemah: Misbah
Penyunting: Ghana
Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan I: Maret 2010
Ebook (djvu) by Lacarepa-BUGIS


"...Melalui kacamata anda yang hitam dan terlapisi
dendam yang kelam, barangkali kau telah lihat Muhammad SAW telah menduduki
pusat kekuasaan dan kerajaan, serta telah mewujudkan ambisi yang menghabiskan
seluruh hidupnya?. Kalau begitu, tunjukkan padaku, fenomena tersebut dalam
hidup beliau...!" (hal. 128)

Kegeraman dan ujung-ujungnya, tantangan, memang akhirnya tak dapat tertutupi dalam bahasa Syekh Dr. Said Ramadhan al Buthy, ulama kharismatik dan amat berpengaruh asal Syria, dalam buku yang ditulisnya untuk mengurai jawaban atas kritik-kritik yang ditujukan pada Al Qur'an dan Nabi Muhammad SAW. Kalimat di atas itu adalah ujung jawaban beliau ketika menjawab seorang penanya yang terang-terangan menyebut niat dakwah Muhammad SAW adalah semata mencari tahta, harta dan wanita! Ya, dalam buku berjudul "Laa Ya'tihil Bathil: Takkan Datang Kebatilan Terhadap al-Qur'an" ini tampil sungguh lugas menepis segala keraguan yang dilontarkan terhadap al Qur’an dan pilar-pilar ajaran Islam lainnya.


Link Download :

Bagi yang belum memiliki Software file ebook DJVU silahkan download di sini

Nb : Dimohon untuk tidak mengkomersilkan. apapun yg anda unduh dari blog ini tidak lain hanya untuk da'wah dan pencerahan buat masyarakat ditengah krisis moril dan penghambaan terhadap materialistik dan tindak kekerasan mengatasnamakan agama.



[Download] Fiqh Sirah - Said Ramadhan al-Buthy


DR. Sa’id Ramadhan Al-Buthy
Judul : Fikih Sirah, Hikmah Tersirat dalam Lintas Sejarah Hidup Rasulullah Saw. Penerjemah: Fuad Syaifudin Nur
Penyunting: Khalifurrahman

Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika)
Cetakan I: Maret 2010

Ebook (djvu) by Lacarepa-BUGIS


Sinopsis

Di balik kisah jejak hidup Rasulullah tersirat ajaran Islam yang komprehensif, baik terkait dengan akidah, hukum, maupun akhlak. Namun faktanya, tidak semua buku yang mengupas perjalanan hidup Rasulullah Saw. memiliki karakter itu. Justru buku yang ada lebih banyak menjelaskan riwayat suatu kisah dan memberikan otoritas pada pembaca untuk menemukan hikmahnya sendiri.

Akan tetapi, tidak dengan buku yang satu ini. Karya Dr. Al-Buthy ini sangat lincah, cerdas, dan membimbing kita pada pemahaman sirah yang benar. Inilah satu-satunya buku pegangan dasar tentang sirah Nabi Muhammad Saw. yang paling lengkap dan terpercaya. Sebagai ulama paling berpengaruh abad ini, otoritas sang penulis sama sekali tidak diragukan. Beliau rnenyajikan karya ini dengan ungkapan sastrawi yang ringan dan renyah. Buku yang penuh kejutan, bahkan dari kisah hidup Rasulullah Saw. yang paling sederhana pun ternyata ada hikmah dan hukum yang patut kita renungkan.

Buku ini wajib dibaca oleh siapa pun yang merindukan sosok ideal dalam menjalani hidupnya di dunia dan akhirat.

Link Download :

Bagi yang belum memiliki Software file ebook DJVU silahkan download di sini

Nb : Dimohon untuk tidak mengkomersilkan. apapun yg anda unduh dari blog ini tidak lain hanya untuk da'wah dan pencerahan buat masyarakat ditengah krisis moril dan penghambaan terhadap materialistik dan tindak kekerasan mengatasnamakan agama.



[Download] Islamisasi Kerajaan Gowa - Ahmad Sewang




Islamisasi Kerajaan Gowa
Karya
Ahmad Sewang
Cetakan II, April 2005
Penerbit
Yayasan Obor Indonesia
Ebook (djvu) by Lacarepa-BUGIS



Sinopsis Buku

Tulisan ini berasal dari hasil penelitian disertasi penulis pada program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Buku ini menambah khazanah pengetahuan kita, terutama berkenaan dengan sejarah penyebaran Islam di Sulawesi Selatan. Buku ini menunjukan kejelasan dan mengantarkan kita keluar dari kelabu sejarah yang senantiasa diperdebatkan.

Sejarah masuknya Islam dan Islamisasi di Sulawesi Selatan merupakan hal yang paling fundamental dalam kajian tentang kehadiran Islam, yang kini di anut mayoritas masyarakat.


Kejelasan uraian dalam buku merupakan hasil ketekunan penulis melalui lembar-lembar lontara (manuskrip) dan keterangan literatur berbahasa Belanda dengan teknik kritik naskah dan perbandingan pendapat para penulis. Analisis hasil wawancara dan informan terpilih turut memberi bobot pada tulisan ini. Hampir dapat dikatakan bahwa dalam karya sebelumnya masih tersebar pernyataan tentang hari dan tahun masuknya Islam di Sulawesi Selatan.

Link Download :


Bagi yang belum memiliki Software file ebook DJVU silahkan download di sini

Nb : Dimohon untuk tidak mengkomersilkan. apapun yg anda unduh dari blog ini tidak lain hanya untuk da'wah dan pencerahan buat masyarakat ditengah krisis moril dan penghambaan terhadap materialistik dan tindak kekerasan mengatasnamakan agama.


December 14, 2010

Ungkapan Kerinduan Buat Indonesiaku

Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Aku tidak malu jadi warga Indonesia
Aku tidak malu jadi rakyat Indonesia
Malah Aku bangga jadi bagian dari indonesia

Biar orang bilang apa saja, biar, biar
Indonesia negara paling korup di dunia
Indonesia negara gagal
Indonesia negara lemah
Indonesia melanggar HAM
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan
Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris

Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya
Habibie dimanfaatkan konco-konconya
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya
Megawati dimanfaatkan suaminya
Sby dimanfaatkan ekonom neolibnya

Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan
persatuan bangsa
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan
keluarganya
Habibie menciptakan demokrasi
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga
Sby menciptakan dirinya jadi kura-kura

Alah mak, Bung Karno turun dari presiden karena Supersemar
Pak Harto turun dari presiden karena superdemo
Habibie turun dari presiden karena supertransisi
Gus Dur turun dari presiden karena superskandal
Megawati turun karena privatisasi
Sby turun karena ...?

Maka Anda tahu sekarang kenapa aku tidak malu jadi orang Indonesia

Indonesia punya istilah-istilah khas di dunia korupsi
Ada ahli gizi yang Nurcholis Madjid tidak mampu penuhi
Ada istilah gratifikasi untuk uang atensi
Ada amplop untuk bikin kocek tebal berisi
Ada saweran duit untuk membayar pengacara hitam dan
menyuap aparat hukum
Ada prosedur untuk menilep uang rakyat dan institusi
dilakukan beramai-ramai oleh gubernur, bupati, walikota, anggota DPRD dan DPR
Ada trend yang kuat untuk menjadi gayus2 baru

Simaklah sejarah bangsa
Semenjak dulu zaman kompeni
Pegawai VOC kirim laporan Kepada Heren Zeventien
di Tanah Wolanda
Elke Regent Heeft zijn Chinees
Tiap Bupati punya orang Cinanya
Maknanya jelas pejabat feodal dihidupi pedagang Cina

Syahdan, Kanjeng Amangkurat II dari Mataram
Mengutus misi sembilan duta ke Batavia
Minta kepada Bapak Kompeni
Agar dikirimi cinderamata
Mulai dari ayam Belanda, kuda Persia
hingga gadis Makassar

Jangan lupa putri Cina untuk jadi selir Raja
Kraton Kartasura menebar bau korupsi, seks dan duit
Ditambah intrik-intrik kalangan pangeran

Bagaimana kerajaan tidak akan binasa
Itulah warisan sejarah dari generasi ke generasi
Sehingga yang tampak kini di bumi persada Pertiwi
Adalah kiriman genetik kepada kita semua

Anda dan aku tidak terlepas dari hukumnya
Maka Anda tahu sekarang kenapa
Aku tidak malu jadi orang Indonesia

Sebab memang begitulah nasibku
Kismet, kata orang bijak-bestari
Korupsi adalah sejenis vampir
Makhluk halus bangkit kembali dari kubur
Kemudian keluar pada malam hari
Dan mengisap darah manusia yang sedang tidur

Di layar film Hollywood wujudnya
adalah Count Dracula yang bertaring
Diperankan aktor Bella Lugosi
Vampir yang hilang kesaktiannya
bila terkena sinar matahari

Akan tetapi drakula-drakula Indonesia tetap perkasa
Beroperasi 24 jam,
tidak tanggung2, baek malam atau siang mencari korban
Sehingga sia-sialah aksi melawan korupsi membasmi drakula
Yang telah merasuki rongga dan jiwa aparat negara
Yang membuat media memberitakan

Akibat bisnis keluarga pejabat, Tutut-Tutut baru bermunculan
Aku bagian dari 240 juta rakyat terpasung dalam terungku kaum penjarah harta negara
Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia
Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Kuhibur diri dengan sajak magnus opus karya sang Empu
Sajak pendek yang berbunyi
Katakan beta
Manakah batas
Antara gila dengan waras
Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi
Siapa takut

April 21, 2010

Bunda Teresa & Ketulusan

Ada satu sifat, tanpanya amal kita menjadi sia-sia,
tanpanya merubah gunung kebaikan menjadi abu,
tanpanya orang dermawan, orang yang membaca al quran, bahkan orang berilmu pun terhempaskan ke neraka hawiyah.
sifat yang tidak sedikit orang melalaikannya, mungkin karena ia belum merasakan keindahan sifat ini, lalu mereka melupakan, mengabaikan, dan tidak mendasari prilaku kesehariannya dengan sifat ini.

Ikhlas...
melakukan pekerjaan semata-mata karena Allah Swt.,
bukan karena mengharap sanjungan dari orang lain,
bukan pula demi menunggu orang lain
mengucapkan terima kasih padamu,
tapi demi memperoleh ridha ilahi.

Ketulusan termasuk karunia terbesar yang Allah berikan,
Ia tidak bisa diperoleh dengan mudah tanpa ada kerja keras untuk melatihnya.

Diantara kata-kata bijak tentang ketulusan yang sangat menginspirasi hidupku adalah ungkapan bunda Teresa yang dikutip oleh Stephen Coffe

"Manusia dalam menyikapi peristiwa-peristiwa disekitanya seringkali terjadi tanpa menganalisa secara objektif, tidak menggunakan nalarnya, maka berlaku ramahlah terhadap mereka kapan dan dimanapun".

"Ketika anda melakukan kebaikan, terkadang ada orang yang bersangka buruk kepada kebaikan yang anda lakukan, ia katakan: bahwa anda memiliki tujuan jahat dibalik kebaikan anda ini. Maka tetaplah anda istiqamah kapan dan dimanapun".

"Ketika anda sukses, anda akan dikelilingi teman munafik

"Disaat anda menyampaikan kebenaran yang terjadi pada satu konflik, ada saja orang yang akan mencoba untuk menjatuhkan anda, stiqamahlah dan jangan sampai anda kendor untuk menyampaikannya"

"Apa yang anda bangun sekian tahun, ada saja orang yang akan mencoba meruntuhkannya dalam semalam, maka pertahankanlah dalam kondisi bagaimanapun".

Ketika anda mendapatkan kebahagiaan, berhati-hatilah dari orang mendengkimu, dan tampakkanlah kebahagian dimanapun juga.

Kebaikan yang anda lakukan hari ini, maka besok mereka sudah tak mengingatnya lagi, lakukanlah kebaikan dalam kondisi apapun

Hadiahkanlah kepada alam sekitar anda kebaikan yang anda miliki.

Terakhir, Niat tulus kebaikan yang anda lakukan cukuplah anda dan Tuhan tahu, bukannya antara anda dan orang lain.

Indahnya Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya …
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang
mementingkan diri sendiri

February 27, 2010

DJvU

Beberapa bulan yang lalu, gadis itu memberi isyarat pada saya lewat beberapa Email dan ngobrol via YM.
Kurang lebih yang saya tangkap, dia sudah saatnya untuk menikah.

Mungkin karena keegoisanku membuat saya tak pernah menggubris isyaratnya,
Lalu semuanya berjalan horizontal, tak ada pencerahan.
Kabar terakhir, kemudian pamit, menerima lamaran seseorang yang diyakininya benar.
Hubungan jarak jauh itu pun kandas.
Tak ada lagi kata kita, hanya kau dan aku.

Dan semalam, insiden itu menjadi dejavu.
Dengan situasi dan kalimat-kalimat yang nyaris tak ada beda.
Saya tiba-tiba seperti bertelinga panjang, berubah menjadi keledai.
Karena hanya keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.
dan kesalahan saya adalah tak juga bisa belajar dari kebodohan sistematis yang pertama.

Tapi mau berkata apa..
Nasi jadi bubur. Bubur hanya nikmat untuk orang-orang sakit.
Dan saya seperti pesakitan yang terpaksa mengunyah bubur tak enak.

Memang selalu ada kesempatan kedua, tapi sepertinya mustahil untuk peluang kesempatan ke tiga.
Walaupun kadangkala saya masih berharap ada keajaiban dari kesempatan ke tiga itu.

Teman mengirimkan pesan, kemudian:
“Ketika kau mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika demikian, engkau bukan mencintai, melainkan….. INVESTASI .
dan Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan... MEMANFAATKAN 

Saya tersentak.
Saya rasa saya mencintainya. Bukan memanfaatkannya.
Pun saya mau menjalani, bukan berinvestasi.
Terserah itu dinilai bagaimana.
Karena saya juga amat tak setuju dengan para pecundang lemah yang berkata “Cinta tak selamanya harus saling memiliki”

Dia memang meninggalkan kaca yang pecah..
Tapi saya yakin, serpihan kaca itu masih bisa direkatkan.
Olehnya, ataupun bukan.

February 26, 2010

Gandi & Sepatu

Diceritakan bahwa suatu ketika Gandi sedang berjalan menuju tangga untuk naik kereta, tiba-tiba kereta yang ingin ditumpanginya sudah mulai jalan, Gandi berlari mengejar agar ketinggalan kereta. Disaat ia ingin naik ke kereta, salah satu dari sepasang sepatu yang ia gunakan jatuh, apa yang gandi lakukan??

Bukannya mengambil sepatu yang terjatuh, justru beliau melepaskan satu lagi sepatu yang masih melekat di kakinya lalu melemparkannya ke dekat sepatu yg terjatuh tadi. Salah seorang temannya yang sempat melihat kelakuan Gandi merasa heran lalu ia bertanya: Apa yang ada dipikiranmu hingga engkau melakukan hal itu? Kemudian Gandi menjawab dengan bijak : "Sungguh saya merasa senang jika nanti seorang fakir menemukan sepasang sepatu tersebut lalu ia menggunakannya, karena kalau yang ia dapati cuma salah satunya, maka hal itu tak berguna baginya.


Diantara pesan dari kisah gandi diatas :

1. Tidak menghabiskan energi hanya untuk mengucapkan kata-kata yang tak bijak.

Saya merasa heran melihat seorang muslimah keluar dari masjid, lalu ia tak mendapati sendalnya ketika ingin keluar. Sambil mondar-mandir mencari sendalnya, mungkin tanpa ia sadari ia telah menyumpahi orang yang mengambil sendalnya.
Melihat hal itu, saya mencoba untuk menyapanya, Assalamu alaikum, ada apa ya bu'?
Ada yang maling sendal saya. Jawabnya
"Ouh, hanya sepasang sendal toh". lalu sy melihatnya kaget mendengar komentar saya. Sebelum ia komentar balik, segera saja saya teruskan ucapanku itu, "Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan beraneka ragam nikmat kepada ibu, dan semoga Allah mengaruniakan rizki lebih untuk membeli sendal baru. Dan sebelumnya lagi, Segala puji bagi Allah yang telah memberikan ibu nikmat untuk mondar-mandir, niatkan mondar-mandir ibu tadi itu sebagai olahraga, Insya Allah berkah".

"Bagi sebagian orang, kehilangan sendal dianggap sebagai musibah. Namun alangkah baiknya jika diniatkan sebagai sedekah bagi yang mengambil sendal ibu". Lanjutku. Lalu mukanya yang tadinya sedikit tegang menjadi ramah.

2. Tidak bersedih dengan apa yang hilang darimu, karena tidak ada gunanya bersedih terhadap sesuatu yang telah hilang.

3. Merubah persepsi dari musibah menjadi karunia. Sekiranya kita menganggap jatuhnya sendal Gandi itu sebagai musibah, namun Gandi merubahnya persepsi itu menjadi karunia bagi orang lain.

Note : Sejatinya kebahagian itu ketika anda hidup untuk orang lain, kebaikan-kebaikan yang ada pada diri anda dirasakan oleh orang lain. Bukannya malah memeras orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Sungguh benar sabda Rasul Saw. : "Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain".

"Al Hikmah Dhalatul Mu'min" Hikmah adalah sesuatu yang sangat dicari-cari oleh orang mu'min, dimanapun engkau menemukannya maka ia lebih berhak untukmu.
Mahatma Gandi salah seorang tokoh besar dalam sejarah terkhusus di abad dua puluhan, kisah diatas saya temukan dari film dokumenter yang menceritakan tentang kehidupan serta perjuangan Mahatma Gandi.

January 11, 2010

Rahasia Cinta

Guru saya berkata : Banyak diantara kita yang memahami agama hanya kumpulan perintah dan larangan atau hanya terdiri dari draf ancaman siksa, janji surga dan halal haram, namun sebenarnya agama itu lebih dalam dan memakau dari itu semua. Agama pada hakikatnya adalah cinta abadi, yang dengan cinta ini kita hadir ke dunia. Maka dengannya semua sikap atau tingkah kita akan terasa indah, dan jika tanpanya semua ibadah dan ketaatan tak akan menjadikan manusia menjadi seorang beragama (mutadayyinan musliman).


Ibn 'Arabi (w.638 H) berkata : "seseorang tak akan mencapai (nilai-nilai) agama ini sedikitpun sehingga ia memuliakan seluruh ciptaanNya".

Oleh karenanya ada perbedaan besar antara seseorang yang menyembah Allah karena takut pada ancaman siksanya, dan seseorang yang beribadah karena rasa cinta padaNya. Dan apabila seseorang sungguh mencintaiNya, maka sebuah keharusan menampakkan cinta itu dalam ucapan dan kesehariannya, dan jika hal ini tak nampak maka cinta itu hanyalah tipu muslihat belaka.

November 24, 2009

Hening Cipta

Semesta bertasbih
para pendosa merintih
mohon ampun tak kenal letih
menyesali dosa amat berlebih
terbayang azab teramat pedih

Ilahi.
Engkau Mahapengampun
kami yang bergelimang dosa mohon ampun
Engkaulah penerima taubat
berilah kami kebaikan hidup dunia akhirat

November 21, 2009

Proposal Jodoh

Ya ALLAH,
Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang wanita yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Paras cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang terpenting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau (menauladani sifat-sifat Agung Mu).
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya mampu mengkalkulasi angka-angka.
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang wanita yang tidak hanya berdiam diri
tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang wanita yang mencintaiku bukan karena pandangan mata tetapi karena hati dan akhlakku.
Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu & situasi.
Seseorang yang dapat membuatnya merasa sebagai seorang wanita yg utuh ketika aku berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang wanita yang senantiasa memberi dukungan.
Seorang wanita yang mendoakanku untuk kehidupannya.
Seseorang yang senyumku dapat mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang suami yang dapat membuatnya bahagia.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Hujamkanlah SifatMU yang lembut sehingga kelebihan datang dariMU bukan dari luar diriku.
Ulurkan tangan dan kasihMu sehingga aku selalu mampu berbuat untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk saja.
Karuniakan aku lisanMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat memberikan ketenangan untuknya
dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
dan slalu meberikan semangat untuknya

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
“Betapa besarnya Allah itu karena Dia telah memberikan kepadaku
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu
pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.

November 14, 2009

Terima Kasih Tuhan

Tuhan, berapakah sisa umurku?
Apakah setahun lagi?
Sepuluh tahun lagi?
Atau malah sisa sehari?

Tuhan, marahkah Engkau padaku?
Karena usia yang Engkau beri, aku isi dengan dosa-dosa
Dengan kesia-siaan, berulang-ulang…

Tuhan, aku tau Engkau sayang padaku
Hingga Engkau beri aku detik ini,
menit ini, hari ini…
Begitu sayangnya Engkau padaku,
Hingga Engkau beriku kesempatan
berulang-ulang…

Tuhan, kalau memang ini perbuatan baik,
Sekali-kalinya yang bisa kulakukan dalam hidupku,
Ijinkanlah aku berterima kasih padaMu
Terima kasih atas umurku….

November 10, 2009

Jalur Abu-abu

Banyak rekayasa
fitnah dianggap hal biasa
bila terdesak segera mengeluarkan bantahan
dengan ringannya bersumpah atas nama tuhan

Segalanya serba palsu
manusia sudah tak punya malu
tak lagi kenal tabu
hidupnya di jalur abu-abu
masa depan negara jadi kelabu

October 27, 2009

Apa Kabar, Halib?

Apa kabar, Halib?
masih ingatkah kau padaku?
lelaki yang kau tinggalkan
setelah kau manfaatkan
untuk menemani hari-hari sepimu

Apa kabar, Halib?
kau pernah mengisi hatiku
tapi kau tinggalkan aku
pergi bersama lelaki itu
yang mendapat lampu hijau untuk melamarmu

Apa kabar, Halib?
bahagiakah kau kini?
puaskah kau dengan pilihan hidupmu?
jangan kau sesali segala yang terjadi
hidupmu senang atau susah, aku tak peduli
kita jalani hidup apa adanya
jangan ada dusta apalagi saling menista!

October 08, 2009

Qaradhawy : Cadar, Wajib atau Bid'ah?

Pertanyaan:

Telah terjadi polemik dalam beberapa surat kabar di Kairo seputar masalah "cadar" yang dipakai sebagian remaja muslimah, khususnya para mahasiswi. Hal itu berawal dari keputusan Pengadilan Mesir yang menangani tuntutan mahasiswi beberapa perguruan tinggi, yang mengajukan tuntutan ke pengadilan karena merasa teraniaya dengan keputusan sebagian dekan yang memaksa mereka melepas cadar apabila masuk kampus.

Para mahasiswi itu mengatakan bahwa mereka siap membuka tutup wajah mereka manakala diperlukan, apabila ada tuntutan dari pihak yang bertanggung jawab, pada waktu ujian atau lainnya.

Seorang wartawan terkenal, Ustadz Ahmad Bahauddin, menulis artikel - dalam surat kabar al-Ahram - yang isinya bertentangan dengan keputusan pengadilan. Menurutnya, cadar dan penutup wajah itu merupakan bid'ah yang masuk ke kalangan Islam dan umat Islam. Hal ini diperkuat oleh salah seorang dosen al-Azhar, yang mengaku bahwa dirinya adalah Dekan Fakultas Ushuluddin, dan sedikit banyak tahu tentang peradilan.

Kami mohon Ustadz berkenan menjelaskan tentang masalah yang masih campur aduk antara yang hak dan yang batil ini. Semoga Allah berkenan memberikan balasan kepada Ustadz dengan balasan yang sebaik-baiknya.

Jawaban:

Alhamdulillah, segala puji kepunyaan Allah, Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasul paling mulia, junjungan kita Nabi Muhammad saw., kepada keluarganya, dan para sahabatnya.

Pada kenyataannya, mengidentifikasi cadar sebagai bid'ah yang datang dari luar serta sama sekali bukan berasal dari agama dan bukan dari Islam, bahkan menyimpulkan bahwa cadar masuk ke kalangan umat Islam pada zaman kemunduran yang parah, tidaklah ilmiah dan tidak tepat sasaran. Identifikasi seperti ini hanyalah bentuk perluasan yang merusak inti persoalan dan hanya menyesatkan usaha untuk mencari kejelasan masalah yang sebenarnya.

Satu hal yang tidak akan disangkal oleh siapa pun yang mengetahui sumber-sumber ilmu dan pendapat ulama, bahwa masalah tersebut merupakan masalah khilafiyah. Artinya, persoalan apakah boleh membuka wajah atau wajib menutupnya - demikian pula dengan hukum kedua telapak tangan - adalah masalah yang masih diperselisihkan.

Masalah ini masih diperselisihkan oleh para ulama, baik dari kalangan ahli fiqih, ahli tafsir, maupun ahli hadits, sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Sebab perbedaan pendapat itu kembali kepada pandangan mereka terhadap nash-nash yang berkenaan dengan masalah ini dan sejauh mana pemahaman mereka terhadapnya, karena tidak didapatinya nash yang qath'i tsubut (jalan periwayatannya) dan dilalahnya (petunjuknya) mengenai masalah ini. Seandainya ada nash yang tegas (tidak samar), sudah tentu masalah ini sudah terselesaikan.

Mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan firman Allah:

"... Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak daripadanya ..." (an-Nur: 31)

Mereka meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, dia berkata bahwa yang dimaksud dengan "kecuali apa yang biasa tampak daripadanya" ialah pakaian dan jilbab, yakni pakaian luar yang tidak mungkin disembunyikan.

Mereka juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa beliau menafsirkan "apa yang biasa tampak" itu dengan celak dan cincin. Penafsiran yang sama juga diriwayatkan dari Anas bin Malik. Dan penafsiran yang hampir sama lagi diriwayatkan dari Aisyah. Selain itu, kadang-kadang lbnu Abbas menyamakan dengan celak dan cincin, terhadap pemerah kuku, gelang, anting-anting, atau kalung.

Ada pula yang menganggap bahwa yang dimaksud dengan "perhiasan" disini ialah tempatnya. Ibnu Abbas berkata, "(Yang dimaksud ialah) bagian wajah dan telapak tangan." Dan penafsiran serupa juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, Atha', dan lain-lain.

Sebagian ulama lagi menganggap bahwa sebagian dari lengan termasuk "apa yang biasa tampak" itu.

Ibnu Athiyah menafsirkannya dengan apa yang tampak secara darurat, misalnya karena dihembus angin atau lainnya.1

Mereka juga berbeda pendapat dalam menafsirkan firman Allah:

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-isti orang mukmin, 'Hendaklah mereka, mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (al-Ahzab: 59)

Maka apakah yang dimaksud dengan "mengulurkan jilbab" dalam ayat tersebut?

Mereka meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang merupakan kebalikan dari penafsirannya terhadap ayat pertama. Mereka meriwayatkan dari sebagian tabi'in - Ubaidah as-Salmani - bahwa beliau menafsirkan "mengulurkan jilbab" itu dengan penafsiran praktis (dalam bentuk peragaan), yaitu beliau menutup muka dan kepala beliau, dan membuka mata beliau yang sebelah kiri. Demikian pula yang diriwayatkan dari Muhammad Ka'ab al-Qurazhi.

Tetapi penafsiran kedua beliau ini ditentang oleh Ikrimah, maula (mantan budak) Ibnu Abbas. Dia berkata, "Hendaklah ia (wanita) menutup lubang (pangkal) tenggorokannya dengan jilbabnya, dengan mengulurkan jilbab tersebut atasnya."

Sa'id bin Jubair berkata, "Tidak halal bagi wanita muslimah dilihat oleh lelaki asing kecuali ia mengenakan kain di atas kerudungnya, dan ia mengikatkannya pada kepalanya dan lehernya."2

Dalam hal ini saya termasuk orang yang menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat dan tidak wajib bagi wanita muslimah menutupnya. Karena menurut saya, dalil-dalil pendapat ini lebih kuat daripada pendapat yang lain.

Disamping itu, banyak sekali ulama zaman sekarang yang sependapat dengan saya, misalnya Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitabnya Hijabul Mar'atil Muslimah fil-Kitab was-Sunnah dan mayoritas ulama al-Azhar di Mesir, ulama Zaitunah di Tunisia, Qarawiyyin di Maghrib (Maroko), dan tidak sedikit dari ulama Pakistan, India, Turki, dan lain-lain.

Meskipun demikian, dakwaan (klaim) adanya ijma' ulama sekarang terhadap pendapat ini juga tidaklah benar,karena di kalangan ulama Mesir sendiri ada yang menentangnya.

Ulama-ulama Saudi dan sejumlah ulama negara-negara Teluk menentang pendapat ini, dan sebagai tokohnya adalah ulama besar Syekh Abdul Aziz bin Baz.

Banyak pula ulama Pakistan dan India yang menentang pendapat ini, mereka berpendapat kaum wanita wajib menutup mukanya. Dan diantara ulama terkenal yang berpendapat demikian ialah ulama besar dan da'i terkenal, mujaddid Islam yang masyhur, yaitu al-Ustadz Abul A'la al-Maududi dalam kitabnya al-Hijab.

Adapun diantara ulama masa kini yang masih hidup yang mengumandangkan wajibnya menutup muka bagi wanita ialah penulis terkenal dari Suriah, Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi, yang mengemukakan pendapat ini dalam risalahnya Ilaa Kulli Fataatin Tu'minu billaahi (Kepada setiap Remaja Putri yang Beriman kepada Allah) .

Disamping itu, masih terus saja bermunculan risalah-risalah dan fatwa-fatwa dari waktu ke waktu yang menganggap aib jika wanita membuka wajah. Mereka menyeru kaum wanita dengan mengatasnamakan agama dan iman agar mereka mengenakan cadar, dan menganjurkan agar jangan patuh kepada ulama-ulama "modern" yang ingin menyesuaikan agama dengan peradaban modern. Barangkali mereka memasukkan saya kedalam kelompok ulama seperti ini.

Jika dijumpai diantara wanita-wanita muslimah yang merasa mantap dengan pendapat ini, dan menganggap membuka wajah itu haram, dan menutupnya itu wajib, maka bagaimana kita akan mewajibkan kepadanya mengikuti pendapat lain, yang dia anggap keliru dan bertentangan dengan nash?

Kami hanya mengingkari mereka jika mereka memasukkan pendapatnya kepada orang lain, dan menganggap dosa dan fasik terhadap orang yang menerapkan pendapat lain itu, serta menganggapnya sebagai kemunkaran yang wajib diperangi, padahal para ulama muhaqiq telah sepakat mengenai tidak bolehnya menganggap munkar terhadap masalah-masalah ijtihadiyah khilafiyah.

Kalau kami mengingkari (menganggap munkar) pelaksanaan pendapat yang berbeda dengan pendapat kami - yaitu pendapat yang mu'tabar dalam bingkai fiqih Islam yang lapang - kemudian mencampakkan pendapat tersebut dan tidak memberinya hak hidup, hanya semata-mata karena berbeda dengan pendapat kami, berarti kami terjatuh kedalam hal yang terlarang, yang justru kami perangi dan kami seru manusia untuk membebaskan diri daripadanya.

Bahkan seandainya wanita muslimah tersebut tidak menganggap wajib menutup muka, tetapi ia hanya menganggapnya lebih wara' dan lebih takwa demi membebaskan diri dari perselisihan pendapat, dan dia mengamalkan yang lebih hati-hati, maka siapakah yang akan melarang dia mengamalkan pendapat yang lebih hati-hati untuk dirinya dan agamanya? Dan apakah pantas dia dicela selama tidak mengganggu orang lain, dan tidak membahayakan kemaslahatan (kepentingan) umum dan khusus?

Saya mencela penulis terkenal Ustadz Ahmad Bahauddin yang menulis masalah ini dengan tidak merujuk kepada sumber-sumber tepercaya, lebih-lebih tulisannya ini dimaksudkan sebagai sanggahan terhadap putusan pengadilan khusus yang bergengsi. Sementara kalau dia menulis masalah politik, dia menulisnya dengan cermat, penuh pertimbangan, dan dengan pandangan yang menyeluruh.

Boleh jadi karena dia bersandar pada sebagian tulisan-tulisan ringan yang tergesa-gesa dan sembarang yang membuatnya terjatuh ke dalam kesalahan sehingga dia menganggap "cadar" sebagai sesuatu yang munkar, dan dikiaskannya dengan "pakaian renang" yang sama-sama tidak memberi kebebasan pribadi.

Tidak seorang pun ulama dahulu dan sekarang yang mengharamkan memakai cadar bagi wanita secara umum, kecuali hanya pada waktu ihram. Dalam hal ini mereka hanya berbeda pendapat antara yang mengatakannya wajib, mustahab, dan jaiz.

Sedangkan tentang keharamannya, tidak seorang pun ahli fiqih yang berpendapat demikian, bahkan yang memakruhkannya pun tidak ada. Maka saya sangat heran kepada Ustadz Bahauddin yang mengecam sebagian ulama al-Azhar yang mewajibkan menutup muka (cadar) sebagai telah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, atau sebagai pendapat orang yang tidak memiliki kemajuan dan pengetahuan yang mendalam mengenai Al-Qur'an, as-Sunnah, fiqih, dan ushul Fiqih.

Kalau hal itu hanya sekadar mubah - sebagaimana pendapat yang saya pilih, bukan wajib dan bukan pula mustahab - maka merupakan hak bagi muslimah untuk membiasakannya, dan tidak boleh bagi seseorang untuk melarangnya, karena ia cuma melaksanakan hak pribadinya. Apalagi, dalam membiasakan atau mengenakannya itu tidak merusak sesuatu yang wajib dan tidak membahayakan seseorang. Ada pepatah Mesir yang menyindir orang yang bersikap demikian:

"Seseorang bertopang dagu, mengapa Anda kesal terhadapnya?"

Hukum buatan manusia sendiri mengakui hak-hak perseorangan ini dan melindunginya.

Bagaimana mungkin kita akan mengingkari wanita muslimah yang komitmen pada agamanya dan hendak memakai cadar, sementara diantara mahasiswi-mahasiswi di perguruan tinggi itu ada yang mengenakan pakaian mini, tipis, membentuk potongan tubuhnya yang dapat menimbulkan fitnah (rangsangan), dan memakai bermacam-macam make-up, tanpa seorang pun yang mengingkarinya, karena dianggapnya sebagai kebebasan pribadi. Padahal pakaian yang tipis, yang menampakkan kulit, atau tidak menutup bagian tubuh selain wajah dan kedua tangan itu diharamkan oleh syara' demikian menurut kesepakatan kaum muslim.

Kalau pihak yang bertanggung jawab di kampus melarang pakaian yang baik dan bagus itu, sudah tentu akan didukung oleh syara' dan undang-undang yang telah menetapkan bahwa agama resmi negara adalah Islam, dan bahwa hukum-hukum syariat Islam merupakan sumber pokok perundang-undangan.

Namun kenyataannya, tidak seorang pun yang melarangnya!

Sungguh mengherankan! Mengapa wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggak-lenggok dan bergaya untuk memikat orang lain kepada kemaksiatan dibebaskan saja tanpa ada seorang pun yang menegurnya? Kemudian mereka tumpahkan seluruh kebencian dan celaan serta caci maki terhadap wanita-wanita bercadar, yang berkeyakinan bahwa hal itu termasuk ajaran agama yang tidak boleh disia-siakan atau dibuat sembarang?

Kepada Allah-lah kembalinya segala urusan sebelum dan sesudahnya. Tidak ada daya untuk menjauhi kemaksiatan dan tidak ada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan

Catatan kaki:
1 Lihat penafsiran ayat ini oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, al-Qurthubi, dan pada ad-Durrul Mantsur (5: 41-42), dan lain-lain. ^
2 Lihat: ad-Durrul Mantsur, 5: 221-222, dan sumber-sumber terdahulu mengenai penafsiran ayat tersebut. ^

fatwa DR.Yusuf Al-Qordhawi.