Translate

December 14, 2010

Ungkapan Kerinduan Buat Indonesiaku

Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Aku tidak malu jadi warga Indonesia
Aku tidak malu jadi rakyat Indonesia
Malah Aku bangga jadi bagian dari indonesia

Biar orang bilang apa saja, biar, biar
Indonesia negara paling korup di dunia
Indonesia negara gagal
Indonesia negara lemah
Indonesia melanggar HAM
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan
Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris

Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya
Habibie dimanfaatkan konco-konconya
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya
Megawati dimanfaatkan suaminya
Sby dimanfaatkan ekonom neolibnya

Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan
persatuan bangsa
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan
keluarganya
Habibie menciptakan demokrasi
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga
Sby menciptakan dirinya jadi kura-kura

Alah mak, Bung Karno turun dari presiden karena Supersemar
Pak Harto turun dari presiden karena superdemo
Habibie turun dari presiden karena supertransisi
Gus Dur turun dari presiden karena superskandal
Megawati turun karena privatisasi
Sby turun karena ...?

Maka Anda tahu sekarang kenapa aku tidak malu jadi orang Indonesia

Indonesia punya istilah-istilah khas di dunia korupsi
Ada ahli gizi yang Nurcholis Madjid tidak mampu penuhi
Ada istilah gratifikasi untuk uang atensi
Ada amplop untuk bikin kocek tebal berisi
Ada saweran duit untuk membayar pengacara hitam dan
menyuap aparat hukum
Ada prosedur untuk menilep uang rakyat dan institusi
dilakukan beramai-ramai oleh gubernur, bupati, walikota, anggota DPRD dan DPR
Ada trend yang kuat untuk menjadi gayus2 baru

Simaklah sejarah bangsa
Semenjak dulu zaman kompeni
Pegawai VOC kirim laporan Kepada Heren Zeventien
di Tanah Wolanda
Elke Regent Heeft zijn Chinees
Tiap Bupati punya orang Cinanya
Maknanya jelas pejabat feodal dihidupi pedagang Cina

Syahdan, Kanjeng Amangkurat II dari Mataram
Mengutus misi sembilan duta ke Batavia
Minta kepada Bapak Kompeni
Agar dikirimi cinderamata
Mulai dari ayam Belanda, kuda Persia
hingga gadis Makassar

Jangan lupa putri Cina untuk jadi selir Raja
Kraton Kartasura menebar bau korupsi, seks dan duit
Ditambah intrik-intrik kalangan pangeran

Bagaimana kerajaan tidak akan binasa
Itulah warisan sejarah dari generasi ke generasi
Sehingga yang tampak kini di bumi persada Pertiwi
Adalah kiriman genetik kepada kita semua

Anda dan aku tidak terlepas dari hukumnya
Maka Anda tahu sekarang kenapa
Aku tidak malu jadi orang Indonesia

Sebab memang begitulah nasibku
Kismet, kata orang bijak-bestari
Korupsi adalah sejenis vampir
Makhluk halus bangkit kembali dari kubur
Kemudian keluar pada malam hari
Dan mengisap darah manusia yang sedang tidur

Di layar film Hollywood wujudnya
adalah Count Dracula yang bertaring
Diperankan aktor Bella Lugosi
Vampir yang hilang kesaktiannya
bila terkena sinar matahari

Akan tetapi drakula-drakula Indonesia tetap perkasa
Beroperasi 24 jam,
tidak tanggung2, baek malam atau siang mencari korban
Sehingga sia-sialah aksi melawan korupsi membasmi drakula
Yang telah merasuki rongga dan jiwa aparat negara
Yang membuat media memberitakan

Akibat bisnis keluarga pejabat, Tutut-Tutut baru bermunculan
Aku bagian dari 240 juta rakyat terpasung dalam terungku kaum penjarah harta negara
Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia
Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Kuhibur diri dengan sajak magnus opus karya sang Empu
Sajak pendek yang berbunyi
Katakan beta
Manakah batas
Antara gila dengan waras
Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi
Siapa takut

April 21, 2010

Bunda Teresa & Ketulusan

Ada satu sifat, tanpanya amal kita menjadi sia-sia,
tanpanya merubah gunung kebaikan menjadi abu,
tanpanya orang dermawan, orang yang membaca al quran, bahkan orang berilmu pun terhempaskan ke neraka hawiyah.
sifat yang tidak sedikit orang melalaikannya, mungkin karena ia belum merasakan keindahan sifat ini, lalu mereka melupakan, mengabaikan, dan tidak mendasari prilaku kesehariannya dengan sifat ini.

Ikhlas...
melakukan pekerjaan semata-mata karena Allah Swt.,
bukan karena mengharap sanjungan dari orang lain,
bukan pula demi menunggu orang lain
mengucapkan terima kasih padamu,
tapi demi memperoleh ridha ilahi.

Ketulusan termasuk karunia terbesar yang Allah berikan,
Ia tidak bisa diperoleh dengan mudah tanpa ada kerja keras untuk melatihnya.

Diantara kata-kata bijak tentang ketulusan yang sangat menginspirasi hidupku adalah ungkapan bunda Teresa yang dikutip oleh Stephen Coffe

"Manusia dalam menyikapi peristiwa-peristiwa disekitanya seringkali terjadi tanpa menganalisa secara objektif, tidak menggunakan nalarnya, maka berlaku ramahlah terhadap mereka kapan dan dimanapun".

"Ketika anda melakukan kebaikan, terkadang ada orang yang bersangka buruk kepada kebaikan yang anda lakukan, ia katakan: bahwa anda memiliki tujuan jahat dibalik kebaikan anda ini. Maka tetaplah anda istiqamah kapan dan dimanapun".

"Ketika anda sukses, anda akan dikelilingi teman munafik

"Disaat anda menyampaikan kebenaran yang terjadi pada satu konflik, ada saja orang yang akan mencoba untuk menjatuhkan anda, stiqamahlah dan jangan sampai anda kendor untuk menyampaikannya"

"Apa yang anda bangun sekian tahun, ada saja orang yang akan mencoba meruntuhkannya dalam semalam, maka pertahankanlah dalam kondisi bagaimanapun".

Ketika anda mendapatkan kebahagiaan, berhati-hatilah dari orang mendengkimu, dan tampakkanlah kebahagian dimanapun juga.

Kebaikan yang anda lakukan hari ini, maka besok mereka sudah tak mengingatnya lagi, lakukanlah kebaikan dalam kondisi apapun

Hadiahkanlah kepada alam sekitar anda kebaikan yang anda miliki.

Terakhir, Niat tulus kebaikan yang anda lakukan cukuplah anda dan Tuhan tahu, bukannya antara anda dan orang lain.

Indahnya Persahabatan

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya …
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang
mementingkan diri sendiri

February 27, 2010

DJvU

Beberapa bulan yang lalu, gadis itu memberi isyarat pada saya lewat beberapa Email dan ngobrol via YM.
Kurang lebih yang saya tangkap, dia sudah saatnya untuk menikah.

Mungkin karena keegoisanku membuat saya tak pernah menggubris isyaratnya,
Lalu semuanya berjalan horizontal, tak ada pencerahan.
Kabar terakhir, kemudian pamit, menerima lamaran seseorang yang diyakininya benar.
Hubungan jarak jauh itu pun kandas.
Tak ada lagi kata kita, hanya kau dan aku.

Dan semalam, insiden itu menjadi dejavu.
Dengan situasi dan kalimat-kalimat yang nyaris tak ada beda.
Saya tiba-tiba seperti bertelinga panjang, berubah menjadi keledai.
Karena hanya keledai yang jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.
dan kesalahan saya adalah tak juga bisa belajar dari kebodohan sistematis yang pertama.

Tapi mau berkata apa..
Nasi jadi bubur. Bubur hanya nikmat untuk orang-orang sakit.
Dan saya seperti pesakitan yang terpaksa mengunyah bubur tak enak.

Memang selalu ada kesempatan kedua, tapi sepertinya mustahil untuk peluang kesempatan ke tiga.
Walaupun kadangkala saya masih berharap ada keajaiban dari kesempatan ke tiga itu.

Teman mengirimkan pesan, kemudian:
“Ketika kau mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika demikian, engkau bukan mencintai, melainkan….. INVESTASI .
dan Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan... MEMANFAATKAN 

Saya tersentak.
Saya rasa saya mencintainya. Bukan memanfaatkannya.
Pun saya mau menjalani, bukan berinvestasi.
Terserah itu dinilai bagaimana.
Karena saya juga amat tak setuju dengan para pecundang lemah yang berkata “Cinta tak selamanya harus saling memiliki”

Dia memang meninggalkan kaca yang pecah..
Tapi saya yakin, serpihan kaca itu masih bisa direkatkan.
Olehnya, ataupun bukan.

February 26, 2010

Gandi & Sepatu

Diceritakan bahwa suatu ketika Gandi sedang berjalan menuju tangga untuk naik kereta, tiba-tiba kereta yang ingin ditumpanginya sudah mulai jalan, Gandi berlari mengejar agar ketinggalan kereta. Disaat ia ingin naik ke kereta, salah satu dari sepasang sepatu yang ia gunakan jatuh, apa yang gandi lakukan??

Bukannya mengambil sepatu yang terjatuh, justru beliau melepaskan satu lagi sepatu yang masih melekat di kakinya lalu melemparkannya ke dekat sepatu yg terjatuh tadi. Salah seorang temannya yang sempat melihat kelakuan Gandi merasa heran lalu ia bertanya: Apa yang ada dipikiranmu hingga engkau melakukan hal itu? Kemudian Gandi menjawab dengan bijak : "Sungguh saya merasa senang jika nanti seorang fakir menemukan sepasang sepatu tersebut lalu ia menggunakannya, karena kalau yang ia dapati cuma salah satunya, maka hal itu tak berguna baginya.


Diantara pesan dari kisah gandi diatas :

1. Tidak menghabiskan energi hanya untuk mengucapkan kata-kata yang tak bijak.

Saya merasa heran melihat seorang muslimah keluar dari masjid, lalu ia tak mendapati sendalnya ketika ingin keluar. Sambil mondar-mandir mencari sendalnya, mungkin tanpa ia sadari ia telah menyumpahi orang yang mengambil sendalnya.
Melihat hal itu, saya mencoba untuk menyapanya, Assalamu alaikum, ada apa ya bu'?
Ada yang maling sendal saya. Jawabnya
"Ouh, hanya sepasang sendal toh". lalu sy melihatnya kaget mendengar komentar saya. Sebelum ia komentar balik, segera saja saya teruskan ucapanku itu, "Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan beraneka ragam nikmat kepada ibu, dan semoga Allah mengaruniakan rizki lebih untuk membeli sendal baru. Dan sebelumnya lagi, Segala puji bagi Allah yang telah memberikan ibu nikmat untuk mondar-mandir, niatkan mondar-mandir ibu tadi itu sebagai olahraga, Insya Allah berkah".

"Bagi sebagian orang, kehilangan sendal dianggap sebagai musibah. Namun alangkah baiknya jika diniatkan sebagai sedekah bagi yang mengambil sendal ibu". Lanjutku. Lalu mukanya yang tadinya sedikit tegang menjadi ramah.

2. Tidak bersedih dengan apa yang hilang darimu, karena tidak ada gunanya bersedih terhadap sesuatu yang telah hilang.

3. Merubah persepsi dari musibah menjadi karunia. Sekiranya kita menganggap jatuhnya sendal Gandi itu sebagai musibah, namun Gandi merubahnya persepsi itu menjadi karunia bagi orang lain.

Note : Sejatinya kebahagian itu ketika anda hidup untuk orang lain, kebaikan-kebaikan yang ada pada diri anda dirasakan oleh orang lain. Bukannya malah memeras orang-orang yang membutuhkan bantuan kita. Sungguh benar sabda Rasul Saw. : "Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain".

"Al Hikmah Dhalatul Mu'min" Hikmah adalah sesuatu yang sangat dicari-cari oleh orang mu'min, dimanapun engkau menemukannya maka ia lebih berhak untukmu.
Mahatma Gandi salah seorang tokoh besar dalam sejarah terkhusus di abad dua puluhan, kisah diatas saya temukan dari film dokumenter yang menceritakan tentang kehidupan serta perjuangan Mahatma Gandi.

January 11, 2010

Rahasia Cinta

Guru saya berkata : Banyak diantara kita yang memahami agama hanya kumpulan perintah dan larangan atau hanya terdiri dari draf ancaman siksa, janji surga dan halal haram, namun sebenarnya agama itu lebih dalam dan memakau dari itu semua. Agama pada hakikatnya adalah cinta abadi, yang dengan cinta ini kita hadir ke dunia. Maka dengannya semua sikap atau tingkah kita akan terasa indah, dan jika tanpanya semua ibadah dan ketaatan tak akan menjadikan manusia menjadi seorang beragama (mutadayyinan musliman).


Ibn 'Arabi (w.638 H) berkata : "seseorang tak akan mencapai (nilai-nilai) agama ini sedikitpun sehingga ia memuliakan seluruh ciptaanNya".

Oleh karenanya ada perbedaan besar antara seseorang yang menyembah Allah karena takut pada ancaman siksanya, dan seseorang yang beribadah karena rasa cinta padaNya. Dan apabila seseorang sungguh mencintaiNya, maka sebuah keharusan menampakkan cinta itu dalam ucapan dan kesehariannya, dan jika hal ini tak nampak maka cinta itu hanyalah tipu muslihat belaka.

November 24, 2009

Hening Cipta

Semesta bertasbih
para pendosa merintih
mohon ampun tak kenal letih
menyesali dosa amat berlebih
terbayang azab teramat pedih

Ilahi.
Engkau Mahapengampun
kami yang bergelimang dosa mohon ampun
Engkaulah penerima taubat
berilah kami kebaikan hidup dunia akhirat

November 21, 2009

Proposal Jodoh

Ya ALLAH,
Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku.
Seorang yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau.
Seorang wanita yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Paras cantik dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang terpenting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau (menauladani sifat-sifat Agung Mu).
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.

Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya mampu mengkalkulasi angka-angka.
Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.
Seorang wanita yang tidak hanya berdiam diri
tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seorang wanita yang mencintaiku bukan karena pandangan mata tetapi karena hati dan akhlakku.
Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu & situasi.
Seseorang yang dapat membuatnya merasa sebagai seorang wanita yg utuh ketika aku berada disebelahnya.

Aku tidak meminta seorang yang sempurna,
Namun aku meminta seorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimataMU.
Seorang wanita yang senantiasa memberi dukungan.
Seorang wanita yang mendoakanku untuk kehidupannya.
Seseorang yang senyumku dapat mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang suami yang dapat membuatnya bahagia.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU,
sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU,
bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Hujamkanlah SifatMU yang lembut sehingga kelebihan datang dariMU bukan dari luar diriku.
Ulurkan tangan dan kasihMu sehingga aku selalu mampu berbuat untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya
dan bukan hal buruk saja.
Karuniakan aku lisanMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat memberikan ketenangan untuknya
dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
dan slalu meberikan semangat untuknya

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu,
aku berharap kami berdua dapat mengatakaan
“Betapa besarnya Allah itu karena Dia telah memberikan kepadaku
seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu
pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.

November 14, 2009

Terima Kasih Tuhan

Tuhan, berapakah sisa umurku?
Apakah setahun lagi?
Sepuluh tahun lagi?
Atau malah sisa sehari?

Tuhan, marahkah Engkau padaku?
Karena usia yang Engkau beri, aku isi dengan dosa-dosa
Dengan kesia-siaan, berulang-ulang…

Tuhan, aku tau Engkau sayang padaku
Hingga Engkau beri aku detik ini,
menit ini, hari ini…
Begitu sayangnya Engkau padaku,
Hingga Engkau beriku kesempatan
berulang-ulang…

Tuhan, kalau memang ini perbuatan baik,
Sekali-kalinya yang bisa kulakukan dalam hidupku,
Ijinkanlah aku berterima kasih padaMu
Terima kasih atas umurku….

November 10, 2009

Jalur Abu-abu

Banyak rekayasa
fitnah dianggap hal biasa
bila terdesak segera mengeluarkan bantahan
dengan ringannya bersumpah atas nama tuhan

Segalanya serba palsu
manusia sudah tak punya malu
tak lagi kenal tabu
hidupnya di jalur abu-abu
masa depan negara jadi kelabu

October 27, 2009

Apa Kabar, Halib?

Apa kabar, Halib?
masih ingatkah kau padaku?
lelaki yang kau tinggalkan
setelah kau manfaatkan
untuk menemani hari-hari sepimu

Apa kabar, Halib?
kau pernah mengisi hatiku
tapi kau tinggalkan aku
pergi bersama lelaki itu
yang mendapat lampu hijau untuk melamarmu

Apa kabar, Halib?
bahagiakah kau kini?
puaskah kau dengan pilihan hidupmu?
jangan kau sesali segala yang terjadi
hidupmu senang atau susah, aku tak peduli
kita jalani hidup apa adanya
jangan ada dusta apalagi saling menista!

October 08, 2009

Qaradhawy : Cadar, Wajib atau Bid'ah?

Pertanyaan:

Telah terjadi polemik dalam beberapa surat kabar di Kairo seputar masalah "cadar" yang dipakai sebagian remaja muslimah, khususnya para mahasiswi. Hal itu berawal dari keputusan Pengadilan Mesir yang menangani tuntutan mahasiswi beberapa perguruan tinggi, yang mengajukan tuntutan ke pengadilan karena merasa teraniaya dengan keputusan sebagian dekan yang memaksa mereka melepas cadar apabila masuk kampus.

Para mahasiswi itu mengatakan bahwa mereka siap membuka tutup wajah mereka manakala diperlukan, apabila ada tuntutan dari pihak yang bertanggung jawab, pada waktu ujian atau lainnya.

Seorang wartawan terkenal, Ustadz Ahmad Bahauddin, menulis artikel - dalam surat kabar al-Ahram - yang isinya bertentangan dengan keputusan pengadilan. Menurutnya, cadar dan penutup wajah itu merupakan bid'ah yang masuk ke kalangan Islam dan umat Islam. Hal ini diperkuat oleh salah seorang dosen al-Azhar, yang mengaku bahwa dirinya adalah Dekan Fakultas Ushuluddin, dan sedikit banyak tahu tentang peradilan.

Kami mohon Ustadz berkenan menjelaskan tentang masalah yang masih campur aduk antara yang hak dan yang batil ini. Semoga Allah berkenan memberikan balasan kepada Ustadz dengan balasan yang sebaik-baiknya.

Jawaban:

Alhamdulillah, segala puji kepunyaan Allah, Rabb semesta alam. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasul paling mulia, junjungan kita Nabi Muhammad saw., kepada keluarganya, dan para sahabatnya.

Pada kenyataannya, mengidentifikasi cadar sebagai bid'ah yang datang dari luar serta sama sekali bukan berasal dari agama dan bukan dari Islam, bahkan menyimpulkan bahwa cadar masuk ke kalangan umat Islam pada zaman kemunduran yang parah, tidaklah ilmiah dan tidak tepat sasaran. Identifikasi seperti ini hanyalah bentuk perluasan yang merusak inti persoalan dan hanya menyesatkan usaha untuk mencari kejelasan masalah yang sebenarnya.

Satu hal yang tidak akan disangkal oleh siapa pun yang mengetahui sumber-sumber ilmu dan pendapat ulama, bahwa masalah tersebut merupakan masalah khilafiyah. Artinya, persoalan apakah boleh membuka wajah atau wajib menutupnya - demikian pula dengan hukum kedua telapak tangan - adalah masalah yang masih diperselisihkan.

Masalah ini masih diperselisihkan oleh para ulama, baik dari kalangan ahli fiqih, ahli tafsir, maupun ahli hadits, sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Sebab perbedaan pendapat itu kembali kepada pandangan mereka terhadap nash-nash yang berkenaan dengan masalah ini dan sejauh mana pemahaman mereka terhadapnya, karena tidak didapatinya nash yang qath'i tsubut (jalan periwayatannya) dan dilalahnya (petunjuknya) mengenai masalah ini. Seandainya ada nash yang tegas (tidak samar), sudah tentu masalah ini sudah terselesaikan.

Mereka berbeda pendapat dalam menafsirkan firman Allah:

"... Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa tampak daripadanya ..." (an-Nur: 31)

Mereka meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, dia berkata bahwa yang dimaksud dengan "kecuali apa yang biasa tampak daripadanya" ialah pakaian dan jilbab, yakni pakaian luar yang tidak mungkin disembunyikan.

Mereka juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa beliau menafsirkan "apa yang biasa tampak" itu dengan celak dan cincin. Penafsiran yang sama juga diriwayatkan dari Anas bin Malik. Dan penafsiran yang hampir sama lagi diriwayatkan dari Aisyah. Selain itu, kadang-kadang lbnu Abbas menyamakan dengan celak dan cincin, terhadap pemerah kuku, gelang, anting-anting, atau kalung.

Ada pula yang menganggap bahwa yang dimaksud dengan "perhiasan" disini ialah tempatnya. Ibnu Abbas berkata, "(Yang dimaksud ialah) bagian wajah dan telapak tangan." Dan penafsiran serupa juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, Atha', dan lain-lain.

Sebagian ulama lagi menganggap bahwa sebagian dari lengan termasuk "apa yang biasa tampak" itu.

Ibnu Athiyah menafsirkannya dengan apa yang tampak secara darurat, misalnya karena dihembus angin atau lainnya.1

Mereka juga berbeda pendapat dalam menafsirkan firman Allah:

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-isti orang mukmin, 'Hendaklah mereka, mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (al-Ahzab: 59)

Maka apakah yang dimaksud dengan "mengulurkan jilbab" dalam ayat tersebut?

Mereka meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang merupakan kebalikan dari penafsirannya terhadap ayat pertama. Mereka meriwayatkan dari sebagian tabi'in - Ubaidah as-Salmani - bahwa beliau menafsirkan "mengulurkan jilbab" itu dengan penafsiran praktis (dalam bentuk peragaan), yaitu beliau menutup muka dan kepala beliau, dan membuka mata beliau yang sebelah kiri. Demikian pula yang diriwayatkan dari Muhammad Ka'ab al-Qurazhi.

Tetapi penafsiran kedua beliau ini ditentang oleh Ikrimah, maula (mantan budak) Ibnu Abbas. Dia berkata, "Hendaklah ia (wanita) menutup lubang (pangkal) tenggorokannya dengan jilbabnya, dengan mengulurkan jilbab tersebut atasnya."

Sa'id bin Jubair berkata, "Tidak halal bagi wanita muslimah dilihat oleh lelaki asing kecuali ia mengenakan kain di atas kerudungnya, dan ia mengikatkannya pada kepalanya dan lehernya."2

Dalam hal ini saya termasuk orang yang menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat dan tidak wajib bagi wanita muslimah menutupnya. Karena menurut saya, dalil-dalil pendapat ini lebih kuat daripada pendapat yang lain.

Disamping itu, banyak sekali ulama zaman sekarang yang sependapat dengan saya, misalnya Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitabnya Hijabul Mar'atil Muslimah fil-Kitab was-Sunnah dan mayoritas ulama al-Azhar di Mesir, ulama Zaitunah di Tunisia, Qarawiyyin di Maghrib (Maroko), dan tidak sedikit dari ulama Pakistan, India, Turki, dan lain-lain.

Meskipun demikian, dakwaan (klaim) adanya ijma' ulama sekarang terhadap pendapat ini juga tidaklah benar,karena di kalangan ulama Mesir sendiri ada yang menentangnya.

Ulama-ulama Saudi dan sejumlah ulama negara-negara Teluk menentang pendapat ini, dan sebagai tokohnya adalah ulama besar Syekh Abdul Aziz bin Baz.

Banyak pula ulama Pakistan dan India yang menentang pendapat ini, mereka berpendapat kaum wanita wajib menutup mukanya. Dan diantara ulama terkenal yang berpendapat demikian ialah ulama besar dan da'i terkenal, mujaddid Islam yang masyhur, yaitu al-Ustadz Abul A'la al-Maududi dalam kitabnya al-Hijab.

Adapun diantara ulama masa kini yang masih hidup yang mengumandangkan wajibnya menutup muka bagi wanita ialah penulis terkenal dari Suriah, Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan al-Buthi, yang mengemukakan pendapat ini dalam risalahnya Ilaa Kulli Fataatin Tu'minu billaahi (Kepada setiap Remaja Putri yang Beriman kepada Allah) .

Disamping itu, masih terus saja bermunculan risalah-risalah dan fatwa-fatwa dari waktu ke waktu yang menganggap aib jika wanita membuka wajah. Mereka menyeru kaum wanita dengan mengatasnamakan agama dan iman agar mereka mengenakan cadar, dan menganjurkan agar jangan patuh kepada ulama-ulama "modern" yang ingin menyesuaikan agama dengan peradaban modern. Barangkali mereka memasukkan saya kedalam kelompok ulama seperti ini.

Jika dijumpai diantara wanita-wanita muslimah yang merasa mantap dengan pendapat ini, dan menganggap membuka wajah itu haram, dan menutupnya itu wajib, maka bagaimana kita akan mewajibkan kepadanya mengikuti pendapat lain, yang dia anggap keliru dan bertentangan dengan nash?

Kami hanya mengingkari mereka jika mereka memasukkan pendapatnya kepada orang lain, dan menganggap dosa dan fasik terhadap orang yang menerapkan pendapat lain itu, serta menganggapnya sebagai kemunkaran yang wajib diperangi, padahal para ulama muhaqiq telah sepakat mengenai tidak bolehnya menganggap munkar terhadap masalah-masalah ijtihadiyah khilafiyah.

Kalau kami mengingkari (menganggap munkar) pelaksanaan pendapat yang berbeda dengan pendapat kami - yaitu pendapat yang mu'tabar dalam bingkai fiqih Islam yang lapang - kemudian mencampakkan pendapat tersebut dan tidak memberinya hak hidup, hanya semata-mata karena berbeda dengan pendapat kami, berarti kami terjatuh kedalam hal yang terlarang, yang justru kami perangi dan kami seru manusia untuk membebaskan diri daripadanya.

Bahkan seandainya wanita muslimah tersebut tidak menganggap wajib menutup muka, tetapi ia hanya menganggapnya lebih wara' dan lebih takwa demi membebaskan diri dari perselisihan pendapat, dan dia mengamalkan yang lebih hati-hati, maka siapakah yang akan melarang dia mengamalkan pendapat yang lebih hati-hati untuk dirinya dan agamanya? Dan apakah pantas dia dicela selama tidak mengganggu orang lain, dan tidak membahayakan kemaslahatan (kepentingan) umum dan khusus?

Saya mencela penulis terkenal Ustadz Ahmad Bahauddin yang menulis masalah ini dengan tidak merujuk kepada sumber-sumber tepercaya, lebih-lebih tulisannya ini dimaksudkan sebagai sanggahan terhadap putusan pengadilan khusus yang bergengsi. Sementara kalau dia menulis masalah politik, dia menulisnya dengan cermat, penuh pertimbangan, dan dengan pandangan yang menyeluruh.

Boleh jadi karena dia bersandar pada sebagian tulisan-tulisan ringan yang tergesa-gesa dan sembarang yang membuatnya terjatuh ke dalam kesalahan sehingga dia menganggap "cadar" sebagai sesuatu yang munkar, dan dikiaskannya dengan "pakaian renang" yang sama-sama tidak memberi kebebasan pribadi.

Tidak seorang pun ulama dahulu dan sekarang yang mengharamkan memakai cadar bagi wanita secara umum, kecuali hanya pada waktu ihram. Dalam hal ini mereka hanya berbeda pendapat antara yang mengatakannya wajib, mustahab, dan jaiz.

Sedangkan tentang keharamannya, tidak seorang pun ahli fiqih yang berpendapat demikian, bahkan yang memakruhkannya pun tidak ada. Maka saya sangat heran kepada Ustadz Bahauddin yang mengecam sebagian ulama al-Azhar yang mewajibkan menutup muka (cadar) sebagai telah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, atau sebagai pendapat orang yang tidak memiliki kemajuan dan pengetahuan yang mendalam mengenai Al-Qur'an, as-Sunnah, fiqih, dan ushul Fiqih.

Kalau hal itu hanya sekadar mubah - sebagaimana pendapat yang saya pilih, bukan wajib dan bukan pula mustahab - maka merupakan hak bagi muslimah untuk membiasakannya, dan tidak boleh bagi seseorang untuk melarangnya, karena ia cuma melaksanakan hak pribadinya. Apalagi, dalam membiasakan atau mengenakannya itu tidak merusak sesuatu yang wajib dan tidak membahayakan seseorang. Ada pepatah Mesir yang menyindir orang yang bersikap demikian:

"Seseorang bertopang dagu, mengapa Anda kesal terhadapnya?"

Hukum buatan manusia sendiri mengakui hak-hak perseorangan ini dan melindunginya.

Bagaimana mungkin kita akan mengingkari wanita muslimah yang komitmen pada agamanya dan hendak memakai cadar, sementara diantara mahasiswi-mahasiswi di perguruan tinggi itu ada yang mengenakan pakaian mini, tipis, membentuk potongan tubuhnya yang dapat menimbulkan fitnah (rangsangan), dan memakai bermacam-macam make-up, tanpa seorang pun yang mengingkarinya, karena dianggapnya sebagai kebebasan pribadi. Padahal pakaian yang tipis, yang menampakkan kulit, atau tidak menutup bagian tubuh selain wajah dan kedua tangan itu diharamkan oleh syara' demikian menurut kesepakatan kaum muslim.

Kalau pihak yang bertanggung jawab di kampus melarang pakaian yang baik dan bagus itu, sudah tentu akan didukung oleh syara' dan undang-undang yang telah menetapkan bahwa agama resmi negara adalah Islam, dan bahwa hukum-hukum syariat Islam merupakan sumber pokok perundang-undangan.

Namun kenyataannya, tidak seorang pun yang melarangnya!

Sungguh mengherankan! Mengapa wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggak-lenggok dan bergaya untuk memikat orang lain kepada kemaksiatan dibebaskan saja tanpa ada seorang pun yang menegurnya? Kemudian mereka tumpahkan seluruh kebencian dan celaan serta caci maki terhadap wanita-wanita bercadar, yang berkeyakinan bahwa hal itu termasuk ajaran agama yang tidak boleh disia-siakan atau dibuat sembarang?

Kepada Allah-lah kembalinya segala urusan sebelum dan sesudahnya. Tidak ada daya untuk menjauhi kemaksiatan dan tidak ada kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan

Catatan kaki:
1 Lihat penafsiran ayat ini oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, al-Qurthubi, dan pada ad-Durrul Mantsur (5: 41-42), dan lain-lain. ^
2 Lihat: ad-Durrul Mantsur, 5: 221-222, dan sumber-sumber terdahulu mengenai penafsiran ayat tersebut. ^

fatwa DR.Yusuf Al-Qordhawi.

September 23, 2009

Perbedaan X Perpecahan

@Joelian : Kata "Ikhtilaf" tidak bertentangan dengan Firman Allah SWT yg anda sebutkan. Dlm b.Arab, kata Ikhtilaf berbeda dengan Iftiraq, Al-Tadhadh, Ta'arudh. Silahkan buka kamus b.Arab Lisanul Arab atau Al Wasith dan buku2 Ushul Fiqh, seperti Al Mahshul Imam Razi, Al Ihkam Al Amidi, Nihayatussul Imam Isnawi, Ushul Fiqhi Abd Karim Zaidan, dan Ushul Fiqh Wahbah Zuhaili.

Ikthilaf atau khilaf dlm Islam adalah sebuah keniscayaan/fitrah yg Allah ciptakan bagi hamba2Nya. Adapun yg dikecam ialah ketika perbedaan itu mengarah kpd perpecahan atau pertikaian. Renungkan ayat berikut :

Berpegang teguhlah kamu kepada tali agama Allah dan janganlah kamu berpecah belah.

Firman Allah: Wa law syaa'a Rabbuka laja'alan naasa ummatan wahidah. dan silahkan lihat tafsir Imam al-Razi Jilid 8 Hal.76 untuk penjelasan ayat ini.

firman Allah :
لكل جعلنا منكم شرعة ومنهاجا ولو شآء الله لجعلكم أمة واحدة

firman Allah :
ولا تنازعوا فتفشلوا وتذهب ريحكم


*****

Anda katakan, hadits perbedaan adalah rahmat, adalah hadits maudhu.

Benar sekali akhi, teks kalimat ini jika disandarkan kpd baginda Nabi maka hadits ini maudhu'/dhaif dari segi sanad dan menurut Syekh Nashiruddin Albani, hadits ini tidak punya dasar. Namun ada teks lain yg semakna dgn teks diatas sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi no.hadits 152, sunan Addailamy (4/75), Ibnu Asakir(7/315) dari Ibnu Abbas dan hadits ini adalah hadits munqathi.

Imam Assuyuthi mengutip perkataan Khalifah Umar bin Abdul Aziz semakna dengan kalimat diatas,

"ما سرني أن أصحاب النبي محمد – صلى الله عليه وسلم- لم يختلفوا؛ لأنهم لو لم يختلفوا لم تكن رخصة"

Al Khatib Al Bagdadi meriwayatkan dialog panjang antara Khalifah Harus Ar-Rasyid dengan Imam Malik. diantara dialog tersebut, Imam Malik berkata :
إن اختلاف العلماء رحمة من الله –تعالى- على هذه الأمة، كل يتبع ما صح عنده، وكلهم على هدى، وكل يريد الله –تعالى-.

Imam Ibnul Qayyim berpendapat bahwa ada ikhtilaf yg dibolehkan oleh syar'i, beliau berkata :
الخلاف السائغ بين أهل الحق، فهذا النوع من الاختلاف لا حرج فيه، ويجب على المسلم أن يوسع صدره لتلك الحكمة التي كتبها العالم يوصى بها ابنه: اعرف الخلاف يتسع صدرك، فإذا عرف اختلاف العلماء ، وأسباب هذا الاختلاف لوجود دلالات الألفاظ المختلفة، ولوجود مسائل معقول النص، فالاختلاف في الاجتهاد -كما يقول ابن القيم – رحمه الله- إذا لم يكن في المسألة سنة ولا إجماع، وللاجتهاد فيها مساغ لم ينكر على من عمل به مجتهداً ومقلداً، ويقول العز بن عبد السلام: من أتى شيئاً مختلفاً في تحريمه اعتقد تحليله، فلا ينكر عليه إلا أن يكون قول المحلل ضعيفاً جداً.

===============

Kesimpulan :
Akhi Joelian dan para pemirsa lainnya, Perbedaan atau dlm istilah syar'i "ikhtilaf" ada dua macam:
1) Perbedaan yg terpuji, ialah dimana perbedaan tersebut dlm masalah2 rincian ajaran agama, bukan dalam masalah2 ushuliyah.
2) Perbedaan yg tercela, ialah ketika perbedaan itu menimbulkan pertentangan (ta'arudh), kemudian perpecahan lalu memunculkan pertikaian. Dan inilah yg dilarang dlm Islam.

Solusi buat kita semua agar perbedaan2 diantara kita tidak menimbulkan perpecahan dan sikap toleransi antar kita muncul:
1. Bacalah buku2 dan berdialoglah dengan berbagai kalangan, tujuannya agar kita bisa mengetahui pandangan2 yg berbeda.
2. Jangan menganggap diri benar lalu menganggap pandangan yg berbeda dgn kita salah. Apalagi sampai berani mengkafirkan kelompok lain. Selama orang lain itu bersyahadat dan meyakini Muhammad SAW Nabi dan Rasul Allah, serta menjalankan shalat dan ibadah2 ushuliyah lainnya, maka org tersebut masih seorang Muslim. Kita bisa berbeda dlm masalah rincian agama krn masing2 kalangan punya metodologi dlm mengistinbat hukum furuiyah melalui ijtihad para ulama kita.
Imam Syafi'i berkata : Pendapat saya benar namun bisa saja salah bagi orang lain, dan pendapat orang lain kurang tepat menurut saya namun mungkin saja benar.

Analogi : Bangunan tak akan berdiri kokoh jika hanya diisi pasir semua, atau batu merah semua, atau semen semua. Namun bangunan tinggi menjulang baru bisa berdiri ketika pasir, batu merah, semen, besi, dan bahan2 lain itu disusun/dicampur/disatukan oleh kontraktor dan dibantu buruh bangunan.

Wallahu A'laa wa A'lam Bis Shawab

September 12, 2009

Sang Birokrat

Selalu mengeluh gaji tak cukup
tapi tetap saja bisa hidup
disiplin kerja lemah
kinerjanya payah
harusnya melayani
malah minta dilayani

Keberadaan mereka diperlukan
untuk menjalankan roda pemerintahan
tapi harus meningkatkan pelayanan
dan memudahkan segala urusan
bukan membuat macam-macam pungutan

August 13, 2009

Indonesiaku, Hari Ini ?

INILAH INDONESIAKU
INDONESIA YANG TERPAKSA “BERDEMOKRASI”
SEPAKAT DALAM KETIDAK SEPAKATAN
UCAPAN SELAMAT BUKAN TERHADAP YANG TERPILIH
TETAPI TERHADAP YANG MEMILIKI KEJUJURAN
DALAM MEMILIH

YANG TIDAK MENGELU-ELU MINTA BELAS KASIHAN
YANG KALAH KARENA DINILAI TIDAK GAGAH DAN RUPAWAN

MASYA ALLAH DEMIKIAN PARAH NYA
INDONESIA KU

TERONGGOK DALAM BUIH-BUIH
TEROMBANG AMBING DI TANGAN BANGSA LAIN

August 04, 2009

Sulit Menerima Kebenaran

Saya ingat pertanyaan seorang guru agama saya diwaktu sekolah dulu,

“Kalau Al-Qur’an mengatakan A sedangkan seluruh orang di dunia ini mengatakan B, manakah yang akan kita ikuti ???”

Kemudian kami serempak menjawab, AAAAAAAAAAAAA…………………………….”

He...he…he… itu teorinya.

Di dalam prakteknya, ternyata sungguh-sungguh sulit menerima apa yang dikatakan Al-Qur’an, dan meniadakan pendapat mayoritas manusia (umat).

Anda ndak percaya ???

Baik kita uji,

Mayoritas pendapat ulama yang ada di Indonesia (dunia mungkin), bahwa nama pohon yang buahnya dimakan Nabi Adam AS.

Adalah pohon khuldi,

Disebut di pengajian-pengajian,

Dan dimana saja, bahwa buah yang dimakan Nabi Adam AS.

Adalah buah dari pohon khuldi.

Dan kalau di Tanya, dasar mereka apa ?

Mereka akan menjawab, “Al-Qur’an.

Maka perhatikanlah keterangan didalam Al-Qur’an S.Thaha :120,

Bacalah sekali lagi n telitilah dengan jeli.

Bacalah n periksa dengan seksama.

Bacalah n amati dengan hati-hati.

Siapakah yang mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon KHULDI ???

Apakah Allah yang menyampaikan nama pohon itu KHULDI ?? S.Al-Baqarah: 35

Ataukah Iblis yang mengatakan bahwa nama pohon itu KHULDI ??

Padahal jelas perintah Allah,”Jangan ikuti Iblis sebab Iblis itu adalah musuh(mu) yang nyata” (S. Al-Baqarah: 168)

Lau mengapakah kita mengikuti iblis dengan memakai istilah yang sama dengan iblis, pohon khuldi ??

Allah hanya mengatakan pada Nabi Adam AS., “jangan dekati pohon ini”.

Dan bukannya menyebutkan nama pohon itu adalah khuldi.

Lalu, sekarang manakah yang anda ikuti ?

Ikut orang banyak ??

Ataukah ikut Al-Qur’an dan perintah Allah untuk tidak mengikuti iblis ??

Itulah jawaban anda … he…he…he…

Tapi beranikah kita berbeda dengan orang kebanyakan,

Apalagi berbeda dengan Ulama?

Apalagi berbeda dengan buku-buku agama yang ada ?

Dan ternyata memang sulit, seandainya Al-Qur’an mengatakan A, sedangkan mayoritas orang mengatakan B,

Ternyata kita sulit untuk melepaskan diri dari pendapat mayoritas ini.

Benarlah Sabda Nabi SAW.”Para penghuni surga adalah orang-orang yang sedikit”.

Saya masih punya banyak contoh yang mayoritas orang berpendapat,tetapi berbeda dengan apa yang disampaikan Al-Qur’an. Cukuplah satu contoh diatas.

Maka perhatikanlah kisah iblis ketika diperintahkan Allah

untuk sujud kepada Adam AS.

Dapatkah ia menerima kebenaran ??

Sama saja sebenarnya,

Ketika didalam proses menerima satu ajaran Thariqul Isyraq (jalan pencerahan), Ataukah ketika kita menerima ajaran untuk memasuki suatu Thariqul Isyraq (jalan pencerahan),

Maka yang pertama kali kita pasang adalah sikap curiga, su’udzan dan yang berakhir pada sulitnya kita menerima ajakan tersebut, dengan berbagai macam dalih.

Perhatikan dalih-dalih yang seringkali digunakan iblis (melalui akal pikir dan perasaan kita) untuk menhentikan langkah kita di saat kita akan mendekatkan diri pada Allah melalui Thariqul Isyraq (jalan pencerahan),

1. Umur saya belum mencukupi, nanti saja kalau sudah umur 40 tahun, saya akan belajar Thariqul Isyraq (jalan pencerahan).

2. Saya menguasai syariat, lebih baik saya menguasai syariat dulu, baru mendalami melalui Thariqul Isyraq (jalan pencerahan).

3. Jangan masuk Thariqul Isyraq (jalan pencerahan), nanti bisa gila atau sableng.

4. Jangan masuk Thariqul Isyraq (jalan pencerahan), Thariqul Isyraq itu berat pelaksanaannya, belum tentu kita mampu.

5. Thariqul Isyraq mengada-ada ajarannya, bi’dah, sesat dan menyesatkan, dll.

6. Ajaran Thariqul Isyraq / tasawuf itu bukan berasal dari Islam, melainkan dari filsafat yunani, hindu, dan serapan dari ajaran budha, maka lebih baik kita kerkan saja yang sesuai Islam yang murni, yaitu yang begini-begini saja. Cukup shalat 5 waktu tiap hari, kalu ramadhan puasa, culup itu saja.

7. jangan masuk Thariqul Isyraq, di Thariqul Isyraq yang ada adalah kultus individu. Masakan kopi yang diminum sang mursyid itu dibuat rebutan, bukankah itu syirik ?? Masa berdo’a memakai wasilah, bukankah itu syirik ?? Bukankah kita dapat berkomunikasi langsung dengan Allah tanpa melalui wasilah ??

cukuplah 7 hal itu yang saya sampaikan sebagai alasan yang sering dipakai oleh iblis agar kita TIDAK MEMULAI untuk belajar mendalami Islam melalui Tasawuf / Thariqul Isyraq.

Mengapakah hal itu dilakukan oleh iblis ??

Perhatikan sabda Nabi SAW.,

“Iblis akan kesakitan, akan kurus kering, jika ada orang dzikir LAA ILAAHA ILLALLAH dan membaca ASTAFIRULLAH”.

Nah, karena didalam ajaran Thariqul Isyraq itu yang diajarkan adalah dzikir LAA ILAAHA ILLALLAH dan diajarkan untuk bertaubat dengan ASTAFIRULLAH,

Maka tentu saja BENCANA BESAR bagi iblis jika kita masuk kedalam Thariqul Isyraq .

Demikian pula yang saya alami ketika diawal-awal proses saya akan memasuki sebuah Thariqul Isyraq.

Begitu sulitnya bagi saya untuk menerima sebuah kebenaran.

Maka saya jadi teringat proses Imam Al-Ghazali, tiga hari tiga malam beliau tidak bisa tidur demi sulitnya menerima kebenaran. (Al-Munqidz),

Saya juga teringat prosesnya Waliyullah Abdul Qadir Jaelani, yang juga butuh waktu untuk dapat menerima suatu kebenaran.

Wahai ingatlah,

Jatuhnya iblis yang sebelumnya adalah makhluk yang kuat beribadah, selama 80.000 tahun ibadah, hanya karena satu hal saja, jatuhlah dari ketaatan menjadi kemurtadan.Yaitu karena IBLIS TIDAK MAU MENERIMA KEBENARAN.

Perintah Allah adalah kebenaran dan ditolaknya perintah Allah,

Berarti ditolaknya kebenaran.

Semoga menjadi manfaat bagi yang sudah menerima hidayah Allah, dan bagi diri saya sendiri.

August 01, 2009

Kapan aku bisa berhenti merokok

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus jannatun na'im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah...ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya,
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asab rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur ketika melayani parasuami
yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur
ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.

Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau
di halte bus, kita ketularan penyakitnya.

Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning
dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab or ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.

Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.

Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu'ut tadkhiin, ya maulana.
Laa tasyrabud dukhaan, yaa maulana.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfah malii'atun bi mukayyafil hawwa'
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya maulana.

25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.

4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok
kata para pakar.
Patutnya rokok diapakan
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi
belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas
hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
perbandingan ini.

Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil
yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.

Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan
ada yang mulai terbatuk-batuk.

Jauh sebelum tulisan ini ada,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk
dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri aku kekuatan tuk mengusir berhala-berhala ini dari kehidupanku
amien...

Menjelang subuh, Kamis 31 July 2009

July 30, 2009

SBY Marah dan JK Dicuekin?

Sebelum pilpres 8 Juli 2009 berlangsung SBY mengatakan bahwa dia dan JK siap bersaing secara kesatria dan sementara itu pemerintahan di bawah SBY dan JK akan tetap dijalankankan dengan sebaik-baiknya sampai akhir masa pemerintahan tsb pada bulan Oktober 2009.

Seperti kita ketahui bersama bahwa sejak awal jalannya pemerintahan SBY-JK pada tahun 2004, ada kesan kalau hubungan antara Presiden dan wakil presiden tsb tidak terlalu harmonis. Ada kesan keduanya seperti bus kota yang saling mendahului dan saat itu juga muncul istilah kalau pemerintahan SBY-JK ini bagaikan matahari kembdanr.

Namun demikian sebagian besar rakyat Indonesia tentu mengakui kalau pemerintahan SBY-JK ini dapat dikatakan cukup sukses, sehingga banyak kalangan yang menyayangkan kenapa pasangan presiden dan wakil presiden ini harus berpisah bahkan bersaing pada pilpres 2009.

Terlepas dari itu semua, ucapan SBY yang diiyakan oleh JK bahwa mereka akan bersaing secara kesatria di pilpres 2009 dan tetap bertekad untuk sama-sama menjalankan pemerintahan sampai bulan Oktober 2009 dengan sebaik-baiknya tentu sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu seluruh masyarakat.

BAGAIMANA HUBUNGAN SBY-JK SAAT INI ?

Untuk menjalankan pemerintahan negara dengan sebaik-baiknya sudah tentu komunikasi di antara presiden dan wakil presiden harus harmonis. Keharmonisan hubungan antara presiden dan wakil presiden inilah yang harus ada lebih dulu untuk memungkinkan kerja sama yang sebaik-baiknya di antara keduanya.

Sekarang yang bisa menjadi pertanyaan penting bagi seluruh rakyat adalah, apakah hubungan SBY-JK tetap harmonis, meningkat, ataukah sebaliknya hubungan di antara keduanya semakin memburuk ? Sejauhmana rakyat bisa berharap pemerintahan SBY-JK ini bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya sampai bulan Oktober 2009 seperti yang telah dikatakan SBY?

Sebuah harian ibu kota menayangkan sebuah berita di mana di dalam setiap rapat kabinet akhir-akhir ini, JK tidak pernah diundang atau diikutsertakan. Seperti diberitakan pada hari Kamis, 30/7-2009 yang lalu, SBY mengadakan teleconference dengan para kepala daerah. Rapat tsb dihadiri oleh jajaran menteri, tapi JK tidak ikut karena tidak diundang.

Masih menurut kabar tsb, tidak diundangnya JK di dalam rapat bukan kali yang pertama. Sejak kalah pilpres, JK sering kali tidak diundang atau diikutsertakan dalam rapat kabinet. Selain itu dalam kunjungan kerja, usai pemilihan presiden, JK tidak didampingi perwakilan menteri. Pada hari Rabu, 29/7-2009, ketika JK mengadakan kunjungan kerja ke PLTU Indramayu, PLTU Labuan, Banten dan PLTU Suralaya, JK hanya didampingi para dirjen.

Syukurlah dalam hal ini JK tidak merasa gusar sedikitpun. Kepada wartawan yang mewawancarainya JK mengatakan bahwa dalam kabinet presidensil, SBY bebas untuk mengajak siapa saja menghadiri rapat kabinet. Dalam soal rapat di mana dia tidak diajak, JK hanya mengatakan: “Itu kan rapat terbatas, biasalah. Saya doakan agar negara ini baik-baik saja.”

BISAKAH UCAPAN SBY MENJADI KENYATAAN ?

Jika kita mengingat kembali ucapan SBY yang menyatakan bahwa dia dan JK akan menjalankan pemerintahan R.I. periode tahun 2004-2009 dengan sebaik-baiknya sampai akhir Oktober 2009, maka sudah tentu keharmonisan komunikasi di antara keduanya harus ada.

Masalahnya adalah jika di dalam setiap rapat kabinet menjelang akhir pemerintahan R.I. periode tahun 2004-2009 ini wakil presiden tidak diundang, hal ini sudah tentu akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan sbb:

1.Apakah komunikasi antara SBY-JK saat ini semakin memburuk ?

2.Jika komunikasi dan kerja sama SBY-JK itu masih baik, mengapa JK tidak pernah diundang lagi dalam rapat kabinet ?

3.Apakah gugatan JK kepada MK terkait dengan kecurangan pilpres telah membuat SBY ngambek kepada JK dan membuatnya tidak mau mengundang JK dalam rapat kabinet ?

Pertanyaan terakhir yang paling penting adalah: “Bisakah rakyat berharap bahwa ucapan SBY untuk menjalankan pemerintahan ini bersama JK dengan sebaik-baiknya, benar-benar menjadi kenyataan sampai Oktober 2009 ?”

Terlepas dari terjawab atau tidaknya pertanyaan-pertanyaan tsb, mungkin yang terpenting bagi rakyat saat ini adalah berdoa seperti yang JK ucapkan: “Saya doakan agar negara ini baik-baik saja.” Mari kita tambahkan satu doa lagi yang jauh lebih penting: “Semoga pemimpin negara ini selalu mau memperbaiki dirinya.”

Salam dari: Abdi Dharma (Jakarta)

Tanggapan dari siapapun yang “berniat baik dan memiliki tata krama”, akan penulis terima dengan senang hati. Terima kasih.

(NB: Mohon kepada pengelola Kompasiana, agar postingan ini diterbitkan dengan jarak spasi seperti aslinya. Biarkan saja garis pembatasnya tetap ada, agar spasi tidak berubah menjadi terlalu rapat atau terlalu renggang. Terima kasih)

July 25, 2009

Reuni

Para alumni berdatangan dari penjuru negeri
mereka berkumpul di hari yang fitri
untung menyambung silaturrahmi
dan mengenang segala kisah dan memori

Bermacam ragam mereka punya profesi
mulai dari polisi hingga bupati
kerja swasta atau pegawai negeri
moga-moga tak ada yang korupsi

Ada yang membawa istri atau suami
ada juga yang menggendong bayi
tak peduli status sosial dan gengsi
semua bergembira ketawa-ketiwi
menghibur diri sambil bernyanyi
semoga di lain waktu bisa bertemu lagi